Page 2 of 8 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 11 to 20 of 71

Thread: Solusi Seputar Taruna

  1. #11
    Sobat Senior Anderson's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Tangerang
    Posts
    564
    Rep Power
    5

    Re: Solusi Seputar Taruna

    Solusi Pintu Belakang Gluduk Gluduk


    Sudah berbulan-bulan tutup kuping karena suara pintu belakang taruna saya berisik, akhirnya nggak tahan juga. Iseng mampir ke bengkel stel pintu di jl.pramuka ( seberang Pasar Burung ), ternyata solusinya sangat mudah dan cepat.

    Yaitu :
    1. Kendorkan semua baut engsel pintu atas dan bawah.
    2.Lepas baut engsel yang paling bawah.
    3. Sisipkan ring besar ketebalan 2mm diameter 2 cm diantara engsel dan body mobil ( lihat gambar ) lalu kencangkan baut pengikatnya.
    4. Lakukan hal yang sama pada engsel bagian atas, cukup baut yang bawah saja yang diganjel ring.

    Dengan demikian posisi daun pintu akan terangkat ke atas karena terganjal dua ring tsb, sehingga daun pintu yang awalnya goyang karena engsel oblak jadi kenceng lagi dan tidak ada oblaknya. Tinggal stel sedikit di bagian pengunci daun pintu beres sudah.

    Terasa nyaman berkendara tanpa harus dengar bunyi gludak-gluduk lagi di pintu belakang.

    Harga Engsel baru Satu Rp. 750rb kalo dua sudah 1,5jt. Ongkos stel pintu cuma Rp.75rb woowww jauh sekali selisihnya.

    Sekalian pasang kaca film yang agak gelap karena di komplek saya sudah agak rawan kaca mobil dipecahin karena mengincar barang yang ada di dalam mobil. Selain punya pengalaman pribadi laptop dan tas raib dicuri orang didalam mobil gara2 sentral lock tdk mengunci di satu pintu.

    Itu saja sekedar sharing pengalaman hari ini semoga bermanfaat.

    Attachment 17

    Attachment 18

    Attachment 19

  2. #12
    Sobat Senior Anderson's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Tangerang
    Posts
    564
    Rep Power
    5

    Re: Solusi Seputar Taruna

    Konsumsi Bensin Taruna

    Pertanyaan :

    Pak saya punya taruna 2005 type FL Untuk ideal nya 1 liter berapa km dalam kota and luar kota berapa yah pak maklkum saya baru pertama pegang taruna

    Jawab :


    Kalau soal idealnya pemakaian bbm Taruna, pertama-tama selalu saya tidak bosan-bosannya untuk menjelaskan kembali, pada dasarnya mesin Taruna itu sesuai spesifikasi mesinnya harus menggunakan bbm yang ber-oktan 90 atau lebih (misalnya Pertamax). Kalau spesifikasi bbm yang digunakan sesuai dengan "permintaan" mesin, maka performance mesinnya bisa diharapkan maksimal.

    Dengan timing pengapian yang telah disesuaikan secara optimal untuk masing-masing oktan bbm, perbedaan kilometer tempuh secara test acak, kalau Taruna karbu saya dulu pernah test, pakai Pertamax maka per liter Km tempuhnya bisa lebih jauh sekitar 2 Km didalam kota, dibanding kalau pakai bbm Premium yang ber-oktan 88. Kalau keluar kota lebih jauh lagi kilometer tempuhnya. Pakai Pertamax, mesin Taruna itu benar-benar "galak" dan ringan akselerasinya.

    Yang harus dipertimbangkan, kita mau irit liter/kilometer atau Rupiah/kilometer????

    Jangan pernah berharap performa mesin Taruna itu akan maksimal kalau masih pakai bbm Premium (bbm-nya dibawah spec soalnya). Tapi tetap saja seboros-borosnya Taruna buat saya .... kalau pakai bbm Premium jatuhnya tetap lebih irit Rupiah per kilometer dibanding kalau pakai Pertamax ... he3x.

    Konsumsi bbm Premium untuk Taruna CX karbu Th 2000 saya didalam kota (Jakarta), sekitar 1 liter / 7-8 km (pakai AC). Kalau keluar kota rata-rata diatas 1 liter / 10 km (ini juga digeber bawanya). Tapi kalau keluar kota kecepatan rata-rata Tarunanya 80 - 100 KPJ, bisa sekitar 1 liter / 13 Km.

    Sekedar tambahan, Taruna karbu itu kalau mesin sudah di 4000RPM atau lebih, ...borosnya minta ampun he3x, tapi tarikannya makin asyiiik.. Kalau yang EFI, mesin sudah di 4000RPM lemot banget mau naik lagi, terutama kalau sudah 140 KPJ mau lebih kencang lagi... terasa lelet banget,.... tapi konsumsi bbmnya irit..... hikkkkss.

    Sekedar sharing saja.

  3. #13
    Sobat Senior Anderson's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Tangerang
    Posts
    564
    Rep Power
    5

    Re: Solusi Seputar Taruna

    Mesin Pincang

    Pertanyaan :

    Mohon pencerahannya, Taruna saya 2k karbu, setelah dipakai kencang dengan rpm > 3.000 saat lepas gas untuk berhenti biasanya mesinnya langsung pincang, seringkali stall. Kalau dinyalakan lagi biasanya langsung keluar asap hitam dan barul hilang setelah digas sampai kira2 1.500 rpm dan mesin tidak pincang lagi.
    Kira-kira penyebabnya apa ya? Saya sudah tune up dan menguras tangki bensinnya tapi gejala itu ga hilang juga.
    Mohon advicenya om-om harus diapakan mobil saya (asal jangan ganti STNK ya...).

    jawaban :

    Gejala mesin seperti ini penyebabnya, antara lain (tapi tidak terbatas):

    1. Pastikan coil pengapian, kabel busi dan busi dalam keadaan baik. Coil pengapian agak susah ditest karena kalau masih dingin biasanya masih berfungsi dengan baik, tapi kalau susah agak panas baru kelihatan agak nyendat pengapiannya. Kabel busi juga gampang gampang susah mengeceknya, tapi kalau punya timing light agak mudah, tinggal dicheck lampu yang menyala ditiming light yang harus hidup mati sesuai putaran mesin untuk setiap kabel busi yang ditempeli sensornya. Tapi kalau malam hari terlihat ada percikan api disekitar kabel busi ya harus diganti kabel businya. Kalau busi biasanya jarang bermasalah, paling tinggal dilihat pisiknya saja (bisa browsing di internet untuk referensi "warna busi" dan kondisi mesinnya).

    2. Pastikan juga selang-selang karburator posisinya benar (termasuk yang ke/dari distributor dan power steering) dan filter kecil yang satu arah tidak terbalik pemasangannya.

    3. Pastikan setingan karburator benar, terutama perhatikan posisi throttle-valvenya (ini pelat yang membuka dan menutup aliran udara di venturi karburator) yang kalau saat "lepas pedal gas" maka throttle-valve harus menutup sempurna (tidak ada celah atau "terganjal"). Taruna itu dilengkapi dengan progressive karburator (ada 2 throttle valvenya, yang kedua akan mulai membuka di 3500 RPM atau lebih, dibawah RPM itu harus menutup dan hanya throttle pertama yang membuka diatas RPM idle). Kemudian pastikan part lain yang dikarburator setingannya juga benar, antara lain posisi damper akselerasi, kabel choke tidak nyangkut saat dilepas, posisi mekanisme idle-up untuk AC. Susah untuk dijelaskan kalau belum pernah bongkar karburator.

    4. Kemungkinan lain timing belt agak kendor, sehingga timing pengapian saat akselerasi dan deselerasi tidak mengikuti spec mesin. Ini tinggal disetel lagi kekencangan timing belt dengan cara menggeser posisi tensioner dan kemudian diseting ulang timing pengapiannya sesuai spec mesin.

    5. Mekanisme vacum advance dan centrifugal advance di distributor "seret". Mekanisme vacum advance itu cara kerjanya akan memajukan timing pengapian saat RPM semakin tinggi dan kemudian balik keposisi normal kalau RPM balik turun/rendah. Nah, kemungkinan yang ini seret, sehingga saat RPM turun (lepas pedal gas), mekanisme vacum advancenya telat turun yang pasti akan mengakibatkan timing pengapian terlalu advance atau maju. Ini biasanya membuat mesin "batuk-batuk" sampai vacum advancenya kembali keposisi normal. Solusinya, distributor dilepas dan dibersihkan dengan bensin, lalu diberi gemuk tipis pada plat dan poros rotor termasuk part centrifugal advancenya supaya mekanismenya lancar lagi. Periksa juga selang-selang vacum yang dari/ke distributor tersebut, pastikan berfungsi dengan baik dan pemasangannya benar.

    Kemungkinan lain yang agak berat (mudah2an tidak yang ini):

    6. Kemungkinan sudah terjadi penumpukan kerak, bisa diruang pembakaran, bisa juga diseputar klep dan batang klep. Tumpukan kerak karbon yang didalam ruang pembakaran kalau sudah parah, kompresi diruang pembakaran akan semakin tinggi yang berpotensi memicu pembakaran diluar timing pengapian, apalagi menggunakan bbm beroktan rendah. Coba diintip lewat lubang busi dan senter, check apa sudah ada lapisan kerak karbon dipermukaan piston. Kalau tidak ada, berarti bukan ini masalahnya.

    7. Dudukan klep dan bos klep di silinder head sudah aus. Ini membuat klep tidak menutup sempurna saat pembakaran terjadi. Saat akselerasi biasanya klep masih bisa menutup dengan baik, tapi justru pada saat deselerasi klep tidak duduk sempurna karena kevacuman di intake manifold agak tinggi membuat klep susah duduk sempurna karena throttle-valve di karburator menutup saat pedal gas dilepas. Ini harus "turun mesin setengah" dan diganti parts yang sudah aus (bisa klep, dudukan klep, bos klep termasuk per klep kalau sudah lemah). Mudah2an bukan ini masalahnya.

    Coba diperiksa satu-satu sesuai point-point diatas, mudah2an ketemu penyebabnya. Tapi tidak menutup kemungkinan ada hal lain juga penyebabnya, karena agak susah juga menganalisa mesin lewat penerawangan jarak jauh he3x.

    Sekedar sharing saja, mudah2an membantu.
    Last edited by Anderson; 06-28-2012 at 02:12 PM.

  4. #14
    Sobat Senior Anderson's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Tangerang
    Posts
    564
    Rep Power
    5

    Re: Solusi Seputar Taruna

    Denggung Kasar di gardan

    Pertanyaan :

    Hari ini saya ganti oli mesin(shell kuning), gardan dan transmisi (shell spirax botol hitam). Lokasi ganti oli di shop and drive. Saat pulang ada yg aneh saat jalan konstan di gigi3 ada suara dengung saat di gas, dan suaranya makin kencang dan rada kasar, kira2 kenapa ya om? Biasanya saya gunakan oli transmisi spirax yg botol merah, tapi tadi saya tanya katanya yg merah berubah jadi hitam. kemaren sore mobil saya pake rada jauh jakarta cikarang PP bunyi hilang, dan pada kondisi dingin pun bunyi dengung kasar di gigi3 hilang, tetapi Besok paginya atau lebih tepatnya hari ini saya berangkat kantor pake mobil sekalian tes apakah masih ada suara itu, ternyata yg muncul justru suara lain lagi yaitu suara kasar srek..srek..srek tidak disertai suara dengung, tetapi tidak konstan dan terjadi saat gigi 3 dan 4 / kemungkinan di kecepatan tertentu, dan bunyi tetap terjadi saat tidak injak gas, tetapi suara sepertinya menghilang ketika saya injak pedal kopling.
    Jadi bingung nih mana mau dibawa mudik


    Jawaban :

    Kalau mendeteksi suara bunyi memang agak susah, apalagi bunyinya saat kendaraan dipakai.

    Kalau suara srek..srek..srek itu, kelihatannya bukan dari transmisi, tapi dari pengalaman sendiri kemungkinan sumbernya dari:

    1. Klem pegangan knalpot/header yang posisinya dibaut kerumah transmisi agak kendor (posisinya pas dibawah tempat duduk penumpang depan). Ini tinggal dikencangkan atau ditampah lempengan plat kaleng diantara klem dan knalpot. Ukuran klemnya memang agak besar diameternya dibanding diameter knalpot sehingga kalau ada getaran jadi berisik.

    2. Tameng penutup compressor AC untuk menghalangi panas dari exhaust agak menyentuh body mesin atau body compressor, sehingga dengan getaran tertentu bikin berisik. Ini tinggal dicheck lagi baut2nya atau agak dicongkel plat tameng tersebut supaya tidak ada yang merapat/nempel kepart lainnya.


    Kalau untuk oli gardan Taruna, sebaiknya pakai yang viscositynya 90W. Ini bisa yang single grade atau yang multi-grade misalnya SAE 75w-90 atau 80w-90. Selain itu kategori olinya usahakan pakai yang GL-4 untuk transmisi. Kalau untuk gardan, bisa pakai yang GL-4 atau GL-5 (tapi kalau digardan sudah pakai Limited Slip Diff, sebaiknya pakai GL-4). Panjang penjelasan soal yang ini, tapi dari additive yang digunakan dalam GL-5 dapat mempercepat keausan pada parts yang berbahan kuningan (bronze) yang masih digunakan pada transmisi. Lebih amannya dan sekalian irit beli yang 1 galonan, pakai yang GL-4 saja untuk transmisi dan gardan (IMO).
    Last edited by Anderson; 06-28-2012 at 02:13 PM.

  5. #15
    Sobat Senior Anderson's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Tangerang
    Posts
    564
    Rep Power
    5

    Re: Solusi Seputar Taruna

    Masuk Gigi satu agak susah

    Pertanyaan :


    Taruna ane csx 00, sebenarnya ini udah berjalan semingguan, tapi blm sempet ke bengkel. Mobil kalo baru di nyalain mesin pagi, trus mau jalan masukin gigi satu, lancar2 aja, ga ada masalah. Tapi kalo udah jalan lama, dan mesin dah panas, kalo pas masukin gigi satu agak susah, kadang ampe bunyi "krek" gitu deh. Kira2 apa yang kudu di perbaiki yach...? Stelan kopling, ato kanvas kopling ato apa yach...? Kalo pas lage macet kadang bikin jengkel... Kadang gigi satunya susah bet....
    Mohon pencerahan dari temen semua.

    Jawaban :


    Setelan pedal/kabel koplingnya terlalu rendah. Coba dinaikin dulu sedikit, puter 1 - 2 puteran mur besar yang diujung kaitan tali kopling dilever disamping rumah transmisi.

    Mudah2an balik normal.

  6. #16
    Sobat Senior Anderson's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Tangerang
    Posts
    564
    Rep Power
    5

    Re: Solusi Seputar Taruna

    Tetesan Oli di Kolong Mobil

    Kemarin minggu ngolong ke bawah ternyata ada oli yang menetes di seputaran bak (carter) dan sedikit berada di area dekat filter oli, mohon penerawangan dari rekan-rekan semua apakah yang terjadi dengan taruna saya..adakah sparepart yang harus di ganti?

    Jawaban :

    cuma ganti packing bak carter dan jangan lupa packingnya diolesin "silicon-red" dulu sebelum dipasang, supaya awet dan tidak ada rembesan oli lagi.

    Semoga membantu

  7. #17
    Sobat Senior Anderson's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Tangerang
    Posts
    564
    Rep Power
    5

    Re: Solusi Seputar Taruna

    Suara gemuruh dan bergetar (cara mengecek engine mounting)

    Pertanyaan :

    numpang tanya juga. Taruna ane juga kalo stasioner antara 800 - 1000 rpm getarannya kerasa, diatas itu sih dah agak ilang karena putaran mesin makin naik frekuensi getarannya kan semakin rapat. Tapi gejala susah masuk persneling ga ada tuh.
    Kira2 engine mountingnya masalah juga ga ya? Gimana cara ngecek engine mounting yang sebelah lainnya?

    Jawaban :

    Kalau dari penjelasannya, yang seperti ini penyebabnya lain lagi Um, ini bisa menjadi indikasi pasokan bbm dan campuran udara yang tidak merata masuk kemasing2 ruang pembakaran (ini coba disetel ulang kerapatan klepnya sesuai spec)

    Bisa juga karena dynamic compression antara silinder satu dengan yang lain berbeda jauh akibat adanya timbunan kerak karbon didalam ruang pembakaran atau loss kompresi karena faktor dudukan klep, ring seger, boss klep dll yang sudah aus dan tentunya beda2 disetiap silinder (ini harus turun mesin).

    Engine mounting sebelah kiri duluan jebol karena posisinya sering "ketarik". Yang kanan cenderung awet karena posisinya hanya diduduki mesin.

    Saran jadul saja nih, kalau mau awet engine mountingnya jangan hidupkan mesin Taruna dengan cara didorong. Kemudian jangan juga taruna dipake untuk menarik kendaraan yang mogok (kebetulan Taruna gak ada eye-towing dibelakang, jadi aman untuk yang ini he3x).

  8. #18
    Sobat Senior Anderson's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Tangerang
    Posts
    564
    Rep Power
    5

    Re: Solusi Seputar Taruna

    Mesin susah hidup saat habis hujan

    Pertanyaan :


    Maap ya nongol cuma kalo lagi ada masalah aja nih

    Taruna sy kemarin abis hujan distarter langsung nyala trus sy panasin kira2 3 menitan. Tapi sy ngerasa kok mesinnya rada bergetar gitu, kayak putaran mesinnya terlalu rendah atau mungkin mesin masih dingin? Gak ngerti. Setelah dipanasin 3 menit, saya coba jalankan eh mendadak mesinnya mati. Setelah mati begitu sy coba starter lagi, gak hidup2 lagi mesinnya. Salahnya saya, saya coba starter berkali-kali sambil digas, sampe akhirnya bau bensin.

    Sama teman2 dicoba dorong, tapi ya gak ngaruh ya, soalnya Akinya sih baik2 saja. Kata teman lagi mungkin karena banjir bensin. Iya sih bau bensinnya udah kecium. Trus saya tinggal saja si Tanguy di kantor. Pagi ini saya start mesinnya langsung nyala, dan saya panasin lebih lama sampe jarum temperaturnya ngelewatin C. Selama belum panas, jarum RPM itu bergerak2 naik turun, ketika sudah panas akhirnya suara mesinnya baru terdengar stabil dan jarumnya gak bergerak-gerak lagi.

    Nah saya belum berani nyetir bawa keluar tuh mobil dari kantor, takut ngadat di tengah jalan. Menurut om-om sekalian kira2 aman gak yah si Tanguy saya bawa keluar dari kantor? Kalau pun harus ke bengkel, apa yang harus saya perbaiki ya? Tune up baru sebulan yang lalu. Apa karburatornya perlu diservice atau gimana?

    Kalau ada bengkel rekomen di sekitar Buncit, please info ya.. rencananya abis jumatan saya mau bawa mobilnya ke bengkel ... abis takut ntar tiba2 ngadat di jalan ...

    Makasih sebelumnya ya..

    Jawaban :

    Coba nanti minta dicheck dan dibuka cap distributor (cap delco), biasanya Taruna sulit distart atau dihidupkan kalau didalam kap delco lembab dan berair. Kadang kalau sudah lama cap delco tidak pernah dibuka, ada lapisan kerak dike-empat terminal dan cap rotor... minta dibersihkan (disikat kawat).

    Umumnya di Taruna, ini yang membuat mesin susah hidup habis hujan atau mesin "pincang" saat masih baru dihidupkan. Kadang bisa juga ada busi yang sudah hampir mati, ini harus diganti businya sekalian saja 1 set (4 biji).

    Yang lain kelihatannya tidak ada masalah.
    semoga membantu..

  9. #19
    Sobat Senior Anderson's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Tangerang
    Posts
    564
    Rep Power
    5

    Re: Solusi Seputar Taruna

    Flexible Joint Knalpot

    Pertanyaan :

    mohon pencerahannya, punya saya flexible nya bunyi keras, apa bisa diperbaiki?

    Jawaban :

    Dicheck dulu klem yang memegang knalpot depan (lihat photo) sebelum flexible pipe. Kalau longgar, didalamnya klem ditambahin potongan lembaran kaleng supaya sewaktu baut dikencengin bisa rapat memegang knalpot. Ini biasanya yang bikin berisik karena bergetar kalau longgar.

    Kalau flexible pipe-nya sudah keropos (biasa suaranya "ngejerejes") bawa ke Beres saja, karena disana ada yang buat Taruna. Kalau dibeli yang ada dipasaran gampang rontok. Atau seperti saya punya diganti pakai pipa knalpot biasa saja yang diameternya sama, gak getar kok. Tapi pilihan terserah masing-masing.

    Attachment 20

  10. #20
    Sobat Senior Anderson's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Tangerang
    Posts
    564
    Rep Power
    5

    Re: Solusi Seputar Taruna

    Karburator keluar asap putih

    Pertanyaan :


    Tadi pagi taruna saya setelah keluar rumah sekitar 200meter tiba2 mesin mati dan keluar asap putih dari kap, sedikit panik jadinya dan langsung keluar mobil setelah beberapa saat asap berhenti dan saya buka kap mobil.
    Masih ada sedikit asap keluar dari saringan karburator (oh iya taruna saya thn 2000 jadi masih yg karburator). saya beranikan diri untuk membuka saringan dan masih ada sedikit asap putih keluar. Setelah saya tunggu beberapa saat saya coba nyalakan mesin ternyata stater nyala tetapi mesin tidak jalan berung kali hanya suara starter mesin tidak jalan, mulai keringetan deh mana mobil berhenti di tengah jalan . terpaksa panggil montir dan setelah di cek2 ternyata tidak arus di busi, cek ke sekring ternyata sekring putus setelah diskusi sebentar akhirnya diputuskan untuk coba nyambung sekring pake isi kabel dan saat itu pula muncul asap lagi dari kaburator saat di starter dan setelah di amati ternyata asap keluar dari salah satu bagian di kaburator akhirnya sekring dicabut lagi.
    Saya tanya montir itu sparepart apa namanya dia ga tau cuman dia tau ini sementara bisa dibuang pak/tidak digunakan dengan memotong kabel yg mengarah ke sparepart tersebut.
    Setelah dipotong dan sekring di bypas akhirnya mesin jalan dengan normal walau dengan was2. Selanjutnya untuk membereskan masalah mobil dibawa ke bengkel, sampai di bengkel dicari2 stok sparepartnya tidak ada stoknya untuk benda itu dan dicari kebeberapa tempat juga tidak ada kalo mau diganti harus satu paket sama karburatornya yg seharga 1,5jt
    Akhirnya montir menyarankan ga perlu diganti pak tapi di potong aja kabelnya/sparpart tersebut tidak di fungsikan, saya sementara percaya karena memang mobil masih bisa saya pake normal sampai sore ini.

    pertanyaannya itu kira2 sparpart apa ya? dan apakah memang ga dijual terpisah, mohon pencerahan dari om2 dan tante2. Mohon maaf saya belum bisa kasih fotonya tadi lupa memfoto, yg jelas dia letaknya di bawah saringan dan ada kabel untuk mengalirkan listrik ke sparpart tersebut.
    kedua apakah benar kata montir kita bisa abaikan sparpart tersebut?

    Jawaban :

    Sharing saja om,

    Maaf saya agak kurang paham dengan apa yang dijelaskan karena agak bertentangan dengan prinsip kerja parts yang ada dikarburator.

    Di karburator Taruna hanya ada 2 (dua) parts yang menggunakan listrik, yaitu;

    1) "Fuel cut-off solenoid valve" yang fungsinya untuk menutup aliran bensin dikarburator pada saat mesin dimatikan. Ini dimaksudkan supaya saat mesin dimatikan, mesin langsung mati karena aliran bensin ditutup. Untuk mobil2 yang posisi tanki bensinnya lebih tinggi dari karburator (misalnya VW kombi), saat mesin mati juga solenoid valve ini berfungsi menutup aliran bensin dari tanki ke karburator. Kalau tidak ditutup, maka aliran bensin akan mengucur terus memenuhi karburator sampai manifold.

    2) Outer vent valve (satu arah), yang fungsinya untuk melepas uap bensin didalam reservoir karburator (floating chamber) apabila tekanannya melebih kondisi tertentu dan dialirkan ke charcoal canister yang terhubung ke tanki bbm. Ciri-ciri kalau ini mampet (tidak berfungsi), saat kita mau mengisi bbm di SPBU, pada saat membuka tutup tanki terdengar suara "ngejos" (udara luar masuk kedalam tanki bbm) tanda kevacuman (hampa) didalam tanki bensin cukup tinggi. Kalau mekanisme outer vent valve ini berfungsi dengan baik, maka didalam tanki tidak terjadi kevacuman.

    Nah, sempat terlihat uap (asap) putih, bisa jadi pada saat mesin mati, fuel cut-off solenoid valve (1) tidak menutup sehingga sebagian bbm masih mengalir dan berubah menjadi uap (putih) karena panasnya manifold atau karburator itu sendiri.

    Yang saya kurang paham, kabel yang mana yang diputus? Karena hanya ada 2 (dua) aliran kabel ke karburator yaitu point 1) dan 2) .. lihat photo.

    Kalau kabel untuk point 1) diputus, mesin tidak mungkin hidup karena aliran bensin pasti tertutup (kecuali solenoid valvenya sudah bermasalah atau nyangkut sehingga tidak menutup aliran bbm). Kalau yang ini tidak bisa diabaikan karena kalau posisi solenoid valve tersebut membuka atau nyangkut, uap bensin akan kemana-mana dan rawan kebakaran walaupun mesin tidak hidup (misalnya ada api disekitar mesin).

    Kalau kabel untuk point 2) yang diputus, memang tidak masalah dan mesin tetap bisa hidup normal. Walaupun nanti terjadi kevacuman udara yang agak tinggi nanti didalam tanki bbm tapi pengaruhnya terhadap performa mesin boleh dibilang tidak ada. Saya setuju kalau yang ini bisa "diabaikan".

    Memang mobil Jepang urusan yang seperti ini kalau ganti parts karburator selalu mintanya ganti segelondongan atau kalau ganti spuyer biasanya harus beli 1 kit lengkap. Beda dengan mobil-mobil Eropa terutama buatan Jerman, bisa beli per satuan bahkan bisa hanya beli spuyer terkecil dikarburator satu biji saja... he3x.

    Sayang photo yang saya punya tidak ada yang lengkap untuk karburator. Yang saya lampirkan hanya photo karburator dari samping untuk menggambarkan posisi dari kedua parts diatas. Apa betul salah satu part itu yang kabelnya diputus?

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •